Malam ini berjalan tidak seperti biasanya, karena malam ini untuk pertama kalinya saya jalan dengan seseorang yang saya kenal kurang lebih 6 tahun, dan sudah menjadi pacar selama 5 tahun. Cukup lama memang, tapi saya tetap bersyukur bisa mengenal dia. Namanya Ray Hanna, nama yang cantik bukan? tapi banyak yang bilang apalah arti sebuah nama, dia selayaknya seperti gadis - gadis pada umumnya, yang feminim, eitsss tunggu dulu.... belum saatnya saya bercerita tentang dia, apa lagi dengan keadaan seperti ini. malam ini malam minggu yang sudah menjadi budaya untuk mereka yang berpasangan/berpacaran/berkencan atau entahlah sesuka kalian yang mau bilang apa jadwalnya untuk jalan - jalan mengisi "week end" setidaknya refreshing lah. Sesampainya ditujuan yang rencananya hanya ingin makan malam di salah satu restoran cepat saji yang menjual berbagai macam "ayam" entah itu sup, digoreng, di hancurkan kemudian digoreng lagi, banyak lah pokoknya. Cukup kaget juga karena malam ini antriannya lumayan panjang, jadi dia saya suruh untuk mencari meja di lantai dua restoran tersebut sambil menunggu saya memesan makanan. Ada kejadian aneh saat saya sedang "ngantre" untuk memesan makanan. bagaimana tidak ibu - ibu yang antri didepan saya sedang asik bergosip ria tanpa sadar bawah percakapan mereka bisa saya dengar, dan anehnya lagi yang mereka bicarakan itu sangatlah tidak pantas untuk dibicarakan didepan umum. Dan saya jamin kalian pasti gk bakal mau dengar apa yang mereka bicarakan. Yah setelah antri kurang lebih setengah jam akhirnya saya selesai memesan makanan dan membawanya ke lantai dua. Setelah selesai makan, saya mengantar Ray untuk pulang kerumahnya. Gak banyak yang bisa diceritakan malam ini, saya hanya ingin menulis dan berbagi cerita, terima kasih untuk kalian yang sudah membaca tulisan ini. :)
Tak Seindah Yang Semestinya
Merdeka!
Sabtu, 22 Oktober 2011
Kamis, 20 Oktober 2011
Mencoba untuk menulis
Banyak orang yang sangat "jago" atau memiliki banyak tulisan... entah itu mengenai sebuah berita ataulah sebuah karangan yang "berwujud" Puisi, cepen, atau sekedar hanya "mengutip" dari tulisan orang lain dan paranya tulisan itu diakui sebagai miliknya. Tanpa mengurangi rasa hormat kepada semua penulis yang ada di muka bumi ini.... ayolah tunjukkan "masterpiece" mu... walau jelek itu tetap dihargai oleh orang kok!
iya!.. biru itu warnaku..
Langganan:
Postingan (Atom)